Ritus

Behatam

-

Behatam merupakan salah satu tradisi yang dilakukan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada yang maha kuasa dan berbangga atas kepandaian yang telah menamatkan atau menyelesaikan dalam membaca Al-Qur'an.

Berua

-

"Berua berasal dari kata “rua” yang berarti arwah yang dikaitkan dengan mengenang keluarga yang sudah meninggal. Berua biasanya di dilakukan dengan membaca doa kepada keluarga yang sudah meninggal dan memberi sedekah makanan setelah membaca doa dan tahlian bersama di rumah yang mengundang pada bulan Ruah atau Sya’ban pada waktu selepas zuhur, selepas ashar, selepas maghrib atau selapas isya. "

Berua Taun

-

"Berua Taun merupakan prosesi acara mengenang para arwah terdahulu dengan mengirim doa sebagai ungkapan rasa syukur atas kesehatan dan kemakmuran di Belitung Timur, biasanya dilaksanakan pada bulan Sya’ban sebelum bulan puasa."

Beselamat Kampong

-

"Beselamat Kampong merupakan tradisi masyarakat Pulau Belitong yang dilakukan rutin setiap tahun dengan tujuan untuk memohon dan menjaga keselamatan atas kampong dari segala musibah, bencana, mala petaka dan mara bahaya."

Bilang Ari/Niti Ari

-

"Bilang/Niti Ari adalah memperingati hari kematian di rumah duka. Esensi ritus ini adalah memperingati hari kematian mulai dari hari ke-3, hingga ke hari ke-7, 15, 25, 40, 75, 100 hingga satu tahun yang disebut dengan Naun."

Maras Taun

-

"Maras Taun Dalam bahasa Melayu Belitong, kata Maras Taun berasal dari kata Maras dan Taun. Kata Maras berarti memotong pendek, sedangan Taun berasal dari kata Tahun. Secara harfiah, Maras Taun adalah memotong pendek tahun, artinya dalam setahun panen padi dapat dilakukan lebih dari satu kali. Maras Taun bermuasal sejak kurun waktu yang tak diketahui pasti"

Nirok Nanggok

-

"Nirok Nanggok adalah upacara adat yang dilaksanakan ketika musim kemarau tiba. Masyarakat akan melaksanakannya bersama-sama di lokasi yang disebut dengan kebang, yaitu cekungan aliran sungai tempat ikan berkumpul ketika bagian sungai lainnya telah mengalami kekeringan. Dalam tradisi ini alat yang digunakan adalah tirok dan tanggok, penggunaan kedua alat tangkap ini kemudian mempengaruhi nama dalam ritus ini yaitu Nirok Nanggok. Eksistensi Nirok Nanggok sebagai sebuah ritus, ditandai dengan pelaksanannya yang dilakukan beramai-ramai oleh masyarakat, terdapat prosesi adat berupa ritual, serta fungsi sosial budaya yang demikian kental. Namun, dalam kondisi keseharian Nirok dapat dilakukan oleh dua atau tiga orang saja, sedangkan Nanggok biasa juga hanya dilaksanakan oleh satu atau dua orang, sehingga berbeda prosesinya, tidak terdapat prosesi adat yang ketat, hanya saja setiap orang wajib untuk menaati aturan adat terutama mengenai tempat dibolehkan secara adat dan menjaga kelestariannya. Keberadaan upacara adat ini tersebar hampir di seluruh desa yang memiliki sungai. Namun, dalam kajian ini penelitian difokuskan pada desa Lintang, Kecamatan Simpang Renggiang."

Nyelematek Anak

-

Nyelamatek Anak adalah tradisi yang bertujuan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan YME mendapatkan anak/keturunan yang dilaksanakan pada usia anak hari ketujuh (beputus/lepas tali pusat) dan hari ke empat puluh empat (selamat lepas pantang).

Nyelematek Buyong

-

Nyelamatek Buyong merupakan upacara Adat 7 bulan kandungan anak pertama.

Mandi Besimbor

-

-

Ngantar Pacar

-

-

Jejak Gede

-

-

Ngambik Kesal

-

-

Repak Pusat

-

-

Ngempas Pasuk

-

-

Selamat Angin

-

Selamat Angin adalah Tolak Bala atas bencana atau penyakit yang diduga dapat dibawa oleh angin.