Seni

Begambus

-

"Begambus merupakan seni musik berupa kegiatan memetik gambus sambil menyanyikan lagu yang berupa pantun, apakah pantun nasib, pantun percintaan, nasehat, agama ataupun yang lain-lain. "

Bepantun

-

"Bepantun merupakan seni sastra sebagai karangan terikat pada aturan persajakan tertentu, pantun memiliki kekhasan. Ia terdiri dari sampiran dan isi. Sampiran berperan sebagai pembayang bagi maksud yang ingin disampaikan, sedangkan isi berperan sebagai makna atau gagasan yang ingin dinyatakan. Pada pantun empat baris, dua baris awal merupakan sampiran, sedang dua baris akhir merupakan isi."

Betiong

-

"Betiong merupakan jenis musik tradisional yang sering ditampilkan dalam berbagai acara kesenian rakyat di Belitung. Syair yang dinyanyikan biasa berisi petuah-petuah yang dibawakan oleh seorang penyanyi ataupun secara berbalas pantun dalam bahasa Belitung. Alat musik pengiringnya berupa 1 biola, 1 gong dan 4 sampai 5 gendang tergantung pemainnya, salah satunya gendangnya agak lebih kecil ukurannya. Acara betiong bisa berlangsung semalam suntuk."

Begubang

-

"Begubang merupakan seni musik dengan ciri khas Belitung yang menggambarkan budaya, kehidupan social, dan religi masyarakat. Dimana bintang utamanya adalah satu atau beberapa orang penari wanita yang menari di atas panggung atau pentas terbuka yang diiringi dengan bunyi instrument yang berupa gambus, biola, gendang serta tawak-tawak. Penari wanita tersebut bernyanyi sambil berpantun di mana selanjutnya adalah para laki-laki ikut menari dan ketika selesai, laki-laki tersebut akan membayar sejumlah uang kepada sang penari."

Dul Mulok Belitong

-

"Dul Mulok Belitong adalah seni teater tradisional Belitung yang mamadukan antara drama, komedi, dan musik. Untuk mementaskan Dul Mulok, maka harus dipilih terlebih dulu kisah yang akan dimainkan. Beberapa kisah yang biasa dimainkan dalam Dul Mulok ini diambil dari beberapa syair lama seperti Syaer Abdul Mulok, Syaer Juragan Budiman, Syaer Mabi dan Syaer Siti Zubaida. Beberapa kisah mengenai kerajaan yang ada di Belitung juga seringkali ditampilkan pada pertunjukkan Dul Mulok. Tapi agar menarik penonton, dianjurkan untuk mengkombinasikan cerita yang ada dengan bumbu-bumbu komedi agar penonton terhibur."

Hadroh Gendang Empat

-

"Hadroh gendang empat merupakan salah satu seni musik yang berasal dari Pulau Belitong, Dinamakan demikian, karena jumlah gendang hadrah yang digunakan yaitu berjumlah empat buah. Empat buah gendang tersebut masing-masing memiliki ukuran yang berbeda, namun memiliki ciri dan bentuk yang sama, yaitu memiliki Giring atau Kerincing yang berjumlah 6 buah yang terdiri dari dua buah pada masing-masing lubang. Hadrah Gendang Empat disebut juga sebagai hadrah Gedungguk atau Gedunggut. Kata gedunggut diambil dari suara yang berasal dari tabuhan gendang hadrah itu sendiri. Jika kita dengar secara seksama dan diaksarakan seolah tersirat kata dunggut, dunggut, dunggut, yang muncuk secara berbalasan."

Hadroh Maindi

-

"Hadroh Maindi merupakan seni musik yang dimainkan menggunakan 3 buah gendang hadrah dalam satu set. Hadroh ini memiliki pukulan gendang yang lebih banyak dan beragam, serta lagunya lebih mudah dilafalkan dan dinyanyikan."